Dinas Pariwisata Luncurkan Calender Of Event Kepri 2020 di Jakarta

Dinas Pariwisata Luncurkan Calender Of Event Kepri 2020 di Jakarta

Dinas Pariwisata Provinsi Kepri meluncurkan Calender Of Event Kepri 2020 di Jakarta, Kamis (5/12). Ada lima antraksi wisata di Provinsi Kepri masuk dalam kalender acara atau Calender of Event Pariwisata Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


“Yang masuk CoE tahun ini ada lima, satu diantaranya masuk top 10 dan 4 masuk top 100, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Boeralimar.

Atraksi wisata Kepri yang masuk 10 besar CoE adalah Iron Man 70.3 Bintan yang digelar di Bintan. Kemudian dua lainnya juga digelar di Bintan yakni Bintan Triathlon dan Tour de Bintan. Keduanya masuk kategori olahraga wisata.


Sementara dua atraksi lainnya masing-masing digelar di Tanjungpinang dan Batam. Yakni Festival Pulau Penyengat di Tanjungpinang dan Kenduri Seni Melayu di Batam. “Tahun ini Kenduri Seni Melayu masuk CoE, mungkin karena kegiatan ini sudah lama dilaksanakan di Batam, sudah 20 tahun,” kata Boeralimar.


Sementara  itu, Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto menjelaskan tentang kepedulian almarhum Muhammad Sani dalam membangun pariwisata di Kepri yang ditandai dengan peluncuran even pariwisata Kepri di Gedung Sapta Pesona pertama kali pada tahun 2012.

“Ini kali kedua, Kepri meluncurkan even pariwisata untuk tahun depan, sebelumnya dilakukan di Tahun 2012,” jelas Isdianto di Gedung Sapta pesona.

Harapan dan impian Ayah Sani inilah yang coba akan diwujudkan oleh Isdianto. “Kalau kita bersatu, saling bergandeng tangan, ibarat sapu lidi, saya yakin kita mampu mencapai seluruh impian dan harapan kita demi kemajuan dan kesejahteraan Kepri,” ujar Isdianto.

Dalam peluncuran even pariwisata tahun 2020 ini, Kepri menyiapkan 200 even dan 5 diantaranya masuk dalam even pariwisata nasional. Hal ini diharapkan bisa menarik kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Sebab Kepri saat ini sudah menjadi andalan untuk menarik wisman masuk ke Indonesia dan menjadi penyumbang devisa kedua setelah Bali dalam bidang pariwisata. Mengalahkan Jakarta yang berada di posisi ketiga.(ant/uma)

Article by : Intren.id